Mengenal Apa Itu Malware Cleaner dan Cara Kerjanya

Dalam setiap PC atau komputer, pasti akan dibekali dengan malware cleaner. Teknologi yang semakin berkembang juga membuat pencurian data semakin meningkat. Untuk itulah perlu adanya pelindung untuk mencegah hal tersebut.

Sebenarnya, masalah seperti ini telah menjadi topik pembicaraan sejak lama. Keamanan data pribadi selalu jadi masalah utama dalam era digital. Kasus pencurian data hingga hilangnya data penting sudah sering terdengar.

Melihat pentingnya perlindungan terhadap data pribadi, berbagai pihak ketiga kemudian mengembangkan aplikasi khusus. Aplikasi ini dirancang untuk menghentikan akses tidak diketahui dari pihak lain yang mungkin merugikan.

Namun, sebelum lebih lanjut membahas tentang aplikasi malware cleaner yang aman untuk PC, ada baiknya kamu pahami terlebih dahulu apa itu malware. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Malware

Secara sederhana, malware merupakan sebuah perangkat lunak yang sengaja dibuat demi tujuan tertentu. Perangkat lunak ini akan memasuki serta merusak sistem computer hingga jaringan server tanpa diketahui pemiliknya.

Jika diperhatikan, malware merupakan istilah dari hasil gabungan “malicious” serta “software”. Jika dari akar katanya saja, maka sudah jelas bahwa perangkat lunak ini memiliki tujuan tidak baik.

Dalam perkembangannya, perangkat lunak ini ada karena beberapa alasan. Ada yang sengaja memang diciptakan untuk menyusupi sistem computer orang lain. Namun, ada juga yang tidak sengaja lepas saat uji coba.

Perlu diketahui bahwa malware dibuat oleh orang-orang yang paham tentang sistem perangkat lunak serta sistem keamanan. Mereka memahami dimana celah keamanan pada sebuah computer sehingga dimanfaatkan untuk membuat malware cleaner.

Perlu kamu pahami bahwa malware sendiri dipakai untuk menyebut segala bentuk perangkat lunak berbahaya. Artinya, baik virus serta trojan juga termasuk dalam golongan malware karena menyebabkan kerugian.

Penyebaran perangkat lunak ini sendiri juga cukup bervariasi. selama kamu terhubung dengan koneksi internet, maka risiko penyebaran malware meningkat tajam. Bisa jadi saat kamu membuka situs, maka bisa terinfeksi malware.

Oleh sebab itulah dibutuhkan sebuah perangkat lunak dengan system keamanan khusus. Berbagai pihak telah mengembangkan beberapa jenis malware cleaner. Tujuannya adalah supaya kamu bisa terbebas dari bahaya malware.

Cara Kerja Malware di Website

Umumnya, jika terhubung dengan koneksi internet maka risiko penyebaran perangkat lunak berbahaya akan meningkat. Ada beberapa cara kerja dari malware yang biasanya menjadi jalan masuk perangkat lunak ini ke dalam computer milikmu.

  1. Plugin

Plugin memang jadi salah satu tawaran yang sulit ditolak kebanyakan orang. Apalagi, jika kamu memiliki aktivitas padat berselancar di internet, maka plugin rasanya sangat wajib dipasang.

Rekomendasi :   Kreasikan Kreativitas Kamu, 6 Software Desain yang Layak Kamu Coba

Plugin juga akan mempermudah web browser sehingga bisa mempermudah pekerjaan. Misalnya, plugin mengenai terjemahan otomatis dari berbagai Bahasa. Setiap orang sepertinya tidak bisa menolak plugin tersebut.

Namun, kamu perlu waspada karena bisa saja dalam plugin tersebut telah disusupi oleh kode program khusus. Kode program inilah yang membawa perangkat lunak berbahaya sehingga bisa merusak computer secara keseluruhan.

  1. Tema

Tema mungkin jadi salah satu hal yang sangat menarik. Dengan tema, maka tampilan computer juga jauh lebih artistik. Hal ini memang salah satu fasilitas yang bisa kamu terima.

Namun, kamu harus waspada terhadap tema bajakan. Bukan hanya tidak memiliki lisensi resmi, tapi ada bahaya tersembunyi. Dalam beberapa kasus, tema bajakan justru menjadi sarang dari banyak kode program khusus.

Artinya, sekali saja menerapkan tema bajakan, maka risiko terkena perangkat lunak berbahaya jadi semakin meningkat. Kamu bisa mengurangi risiko tersebut dengan cara menginstal malware cleaner resmi dan sudah berlisensi.

Cara Kerja Malware di Desktop

Perlu kamu pahami bahwa perangkat luak berbahaya ini juga terjadi saat menggunakan perangkat desktop. Ada banyak cara bagaimana malware menyusup melalui kode program khusus berbahaya.

Biasanya, malware cleaner akan menyusup pada perangkat lunak lain. Jika kamu tidak hati-hati dalam mengeksekusi kode programnya, maka bisa jadi akan terjadi masalah. Bahayanya adalah hal ini sulit disadari kebanyakan orang.

Umumnya, hal ini terjadi pada perangkat lunak tidak resmi sehingga tingkat system keamanan masih terbatas. Hal tersebut membuat pembuat malware lebih leluasa menyusupkan perangkat lunak buatannya tersebut.

Lebih parahnya adalah hampir semua kode program tersebut memiliki system backdoor. System tersebut memberikan hak akses kepada pembuat malware. Jadi, computer milikmu bisa diakses tanpa disadari.

Daftar Aplikasi Malware Cleaner yang Bisa Dipakai

Untuk mencegah hal buruk terjadi, maka sudah seharusnya memiliki perlindungan khusus. Malware ini sangat dibutuhkan untuk mencegah adanya perangkat lunak berbahaya. Lalu, aplikasi saja yang bisa digunakan?

  1. TotalAV

Sebenarnya, TotalAV merupakan pendatang baru dalam dunia cybersecurity. Namun, fiturnya telah dibuktikan dengan berhasil memblokir Sebagian besar perangkat lunak berbahaya. Hal inilah yang membuat TotalAV jadi semakin populer.

Rekomendasi :   Pengertian Spyware dan Cara untuk Mengatasi Serangannya

Beberapa fitur yang disediakan adalah Performance & Optimizing Tools. Ini merupakan fitur pembersihan hard disk sehingga perangkat berjalan lanjar kembali. Fitur ini efektif menghilangkan Sebagian besar perangkat lunak berbahaya.

  1. Norton AntiVirus

Mungkin, aplikasi Norton AntiVirus sudah lebih banyak dikenal. Ketelitiannya dalam menjangkau kode program tersembunyi jadi alasan Norton AntiVirus banyak dipakai. Kemampuannya juga telah dibuktikan oleh beberapa pihak.

Ada fitur Bernama Parental Controls yang akan memblokir situs tidak pantas. Hal ini juga memungkinkan kami untuk memantau aktivitas online. Fitur ini sangat efektif untuk menjaga keamanan data diri.

  1. Malwarebytes

Malwarebytes juga jadi salah satu yang sangat populer karena kemampuan intuitifnya dalam memblokir malware. Bahkan, Malwarebytes menawarkan realtime protection serta analisis pelaku demi mempertahankan keamanan pengguna.

Aplikasi ini sendiri juga memiliki versi gratis. Meskipun ada Batasan terhadap beberapa fitur, tapi ini masih cukup efektif mencegah malware. Kamu bisa memilih ingin menggunakan versi gratis atau berbayar.

  1. Norman Malware Cleaner

Rekomendasi terakhir adalah aplikasi ini. Salah satu fitur terbaiknya adalah auto protection. Fitur ini akan menghapus semua jenis malware tanpa perlu melakukan konfirmasi kepada pengguna.

Keamanan Data Pribadi Memang Harus Diperhatikan Dalam Perkembangan Teknologi

Faktanya, keamanan pada data pribadi jadi salah satu masalah serius di tengah perkembangan teknologi. Kamu mungkin bisa memiliki perangkat dengan harga mahal. Namun, tetap perhatikan system keamanannya.

Apalagi, jika kamu adalah orang yang aktif berhubungan dengan dunia internet, ini harus jadi salah satu fokus utama. Jangan sampai kamu tidak menyadari bahwa perangkat komputermu telah diserang oleh malware.

Mungkin kamu tidak menyadarinya, tapi bahayanya sangat besar. Tidak masalah jika memang tidak ada data pribadi yang hilang. Namun, bagaimana jika kemudian pengirim malware bisa mengakses semua data tersebut?

Kamu harusnya sudah memahami bagaimana dampaknya jika data diri sampai disalahgunakan. Selain merugikan, ini juga bisa dapat menyebabkan masalah lain. Sudah pasti kerugian materi bisa saja terjadi, bukan?

Ada baiknya jika menggunakan jenis malware ini dari pihak ketiga. Meskipun harus berbayar, tapi asalkan data pribadi aman maka tidak masalah. Ini juga jadi modal penting saat kamu aktif terhubung ke internet.

Pada akhirnya, keamanan siber jadi masalah penting setiap orang. Hadirnya cybersecurity jadi angin segar bagi banyak orang. Salah satunya dengan hadirnya berbagai aplikasi malware cleaner dari banyak pengembang pihak ketiga.

Originally posted 2022-03-12 11:22:06.